Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset dan Partisipasi Untuk Penguatan Literasi Pendidikan, Kesadaran Kesehatan, dan Kepedulian Lingkungan di Desa Kawungluwuk

Authors

  • Yogie Dirapraja Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assa'idiyyah
  • Heri Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assa'idiyyah
  • A Rohman Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assa'idiyyah
  • Alfi Hanifatul Mardiyyah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Assa'idiyyah

DOI:

https://doi.org/10.62515/society.v3i2.1652

Keywords:

Community Service Program, Social Literacy, Social Character, Social Digitalization, Community Solidarity

Abstract

This article examines the process and outcomes of a community service program conducted by STIT Assa'idiyyah students in 2026 in Kawungluwuk Village, Sukaresmi, Cianjur Regency. The village exhibits strong agricultural, religious, and social-capital potential but faces limitations in literacy, youth development, digital literacy, health awareness, and environmental management. The program utilized a participatory and asset-based approach, combining Participatory Rural Appraisal (PRA) and Asset Based Community Development (ABCD). Eight programs were implemented: Anti-Bullying and Jarimatika Socialization, Reading Corner, Free Health Check-ups, Mother-Child Bonding Day (SADA), Waste-care Education (PULSA), Parenting Seminar, Community Digitalization (DIMAS), and Family Visits for out-of-school children. Results indicate active community participation and positive contributions to children's character, reading culture, health and environmental awareness, family bonding, and digital literacy. The out-of-school children data collection specifically served as an entry point for continuous educational access among vulnerable groups. In conclusion, the success of this community service depends heavily on the synergy between participatory approaches, local asset utilization, and village institutional involvement.

References

Ahmad, M. (2007). Asset Based Communities Development (ABCD): Tipologi KKN Partisipatif UIN Sunan Kalijaga. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, VIII(2), 145–160.

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Azam, M., Azinar, M., & Fibriana, A. I. (2016). Analisis kebutuhan dan perancangan “Ronda Jentik” sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Unnes Journal of Public Health, 5(4), 294–305. https://doi.org/10.15294/ujph.v5i4.12592

Becker, M. H. (1974). The Health Belief Model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324–508. https://doi.org/10.1177/109019817400200407

Chambers, R. (2019). Can We Know Better? Reflections for Development. Rubgy: Practical Action Publishing.

Fauziya, A. S. (2025). Pola Pengasuhan Orangtua dalam Membentuk Karakter Anak-Anak KOBER Smart Bee Pangandaran. Edu Happiness: Jurnal Ilmiah Perkembangan Anak Usia Dini, 4(1), 71–82. https://doi.org/10.62515/eduhappiness.v4i1.595

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

Green, G. P., & Haines, A. (2015). Asset Building & Community Development (4th ed.). California: SAGE Publications.

Hidayat, R., & Utami, S. N. (2022). Penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis edukasi partisipatif di tingkat desa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 8(2), 115–123.

Kurniawan, A. (2021). Penerapan media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 12(1), 45–56.

Kurniawan, D. (2021). Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 145–156. https://doi.org/10.21831/jpk.v11i2.40231.

Laila, A. N., & Sugito. (2025). Social capital as a catalyst for community empowerment: Evidence from KWT Srikandi Mrican, Indonesia. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, 9(1), 31–51. https://doi.org/10.14421/jpm.2025.091-02

Lestari, P., Wahyuni, S., & Rahmadani, A. (2021). Peran program psikoedukasi parenting dalam penguatan karakter anak berbasis keluarga. Jurnal Intervensi Komunitas, 3(1), 22–31.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2008). From Clients to Citizens: Communities Driving Their Own Development. Rubgy: Practical Action Publishing.

Maulana, M. (2019). Asset-Based Community Development: Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang. Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 251–266.

Muhtar. (2011). Masyarakat Desa Tertinggal: Kebutuhan, Permasalahan, Aset, dan Konsep Pemberdayaannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 16(1), 17–34.

Noor, M. (2011). Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmiah CIVIS, I(2), 87–99.

Nugroho, A. B., & Rahmawati, E. (2023). Akselerasi literasi digital dan adopsi e-commerce pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perdesaan. Jurnal Administrasi Bisnis, 19(1), 89–98.

Prasetyo, E., & Handayani, D. (2020). Pemberdayaan masyarakat berbasis aset (Asset-Based Community Development) melalui optimalisasi peran kader kesehatan. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 13(2), 77–86.

Rahayu, A., Wahib, A., & Besari, A. (2023). Peningkatan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Melalui Pojok Baca. Open Community Service Journal, 2(2), 122–130.

Rahayu, S., Nurhayati, E., & Hartati, S. (2023). Efektivitas sarana pojok baca terhadap minat baca dan kemampuan literasi dasar siswa. Jurnal Kajian Literasi Pendidikan, 5(2), 101–110.

Rianto, P. (2019). Literasi Digital dan Etika Media Sosial di Era Post-Truth. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 24–35.

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335. https://doi.org/10.1177/109019817400200403

Salahuddin, N., dkk. (2015). Panduan KKN ABCD: Asset Based Community-driven Development. Surabaya: LP2M UIN Sunan Ampel.

Setiawan, H., & Fatimah, S. (2022). Pengelolaan pojok literasi berbasis komunitas sebagai upaya peningkatan habituasi membaca anak di pedesaan. Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 14(1), 33–42.

Soetomo. (2014). Pemberdayaan Masyarakat: Mitos atau Realitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Stern, P. C. (2000). Toward a coherent theory of environmentally significant behavior. Journal of Social Issues, 56(3), 407–424. https://doi.org/10.1111/0022-4537.00175

Street, B. V. (1984). Literacy in theory and practice. Cambridge: Cambridge University Press.

Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Wibowo, T., Rahayu, M., & Firmansyah, A. (2021). Pendekatan home visit dan pendampingan partisipatif dalam penanganan anak putus sekolah di wilayah perdesaan. Jurnal Pendidikan Nonformal dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 140–150.

Wrihatnolo, R. R., & Dwidjowijoto, R. N. (2007). Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Yani, S., Lubis, E., & Hasibuan, M. (2022). Pojok Literasi di Sekolah Dasar Negeri 47 Desa Bajak 1 untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa. Pengabdian Masyarakat Mandira Cendekia, 1(12), 45–52.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Dirapraja, Y., Saputra, H., Rohman, A., & Mardiyyah, A. H. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset dan Partisipasi Untuk Penguatan Literasi Pendidikan, Kesadaran Kesehatan, dan Kepedulian Lingkungan di Desa Kawungluwuk . Society: Community Engagement and Sustainable Development, 3(2), 64–78. https://doi.org/10.62515/society.v3i2.1652

Issue

Section

Articles