Pemberdayaan Orang Tua Melalui Edukasi Pengasuhan Positif dan Kelekatan Aman di Desa Ciwalen
DOI:
https://doi.org/10.62515/society.v3i2.1661Keywords:
Empowerment, Positive Parenting, Secure Attachment, Ciwalen VillageAbstract
This community service activity (PKM) aims to empower parents in Ciwalen Village through positive parenting education and strengthening safe attachments. The activity departed from the results of field observations and initial dialogues on July 14, 2026 which showed challenges in the form of caregiver fatigue in agricultural worker families, the tendency to use physical punishment as a quick response to children's behavior, and the limited involvement of fathers in emotional parenting. The intervention used Participatory Action Research (PAR) and Asset Based Community Development (ABCD), by placing the experiences of local residents and assets as the basis for planning and implementing activities. The peak of education was held on August 8, 2026 at the YPI Aminiiyyah Hall and was attended by approximately 25 participants consisting of parents, educators, and community elements. The material was delivered through presentations, audio-visual media, case discussions, questions and answers, and reflections. The evaluation was carried out qualitatively through participation observations, facilitator notes, participant responses, and reflection after the activity. The results showed that there was a process of reflection and increasing participants' awareness of the risk of corporal punishment, the child's need for a sense of security, positive discipline alternatives, the regulation of caregiver emotions, and the importance of father's involvement. Because the activity did not use pre-test and post-test measurements, the findings were positioned as an indication of changes in the realm of knowledge and awareness, not as evidence of statistical changes. The sustainability of the program is directed through the use of institutional assets and the integration of positive parenting messages in community activities and school-family communication.
References
Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. N. (1978). Patterns Of Attachment: A Psychological Study Of The Strange Situation. Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates.
Ayu, I., & Lestari, S. (2020). Peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 720–730.
Bowlby, J. (1982). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. New York City: Basic Books. (Original work published 1969).
Doherty, W. J. (2002). Father Involvement In Childhood: A Review Of The Literature And A Research Agenda. Department of Family Social Science, University of Minnesota.
Durrant, J. E. (2010). Positive Discipline In Everyday Parenting. London: Save the Children.
Fitriani, A., & Nurfadhillah, N. (2021). Kelekatan aman antara orang tua dan anak dalam membentuk regulasi emosi anak usia dini. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (JARING), 4(1), 12–24.
Fitriani, A., Yuniarti, K. W., & Novitasari, R. (2020). Efektivitas psikoedukasi pengasuhan positif dalam meningkatkan persepsi dan interaksi positif orang tua-anak. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 3(2), 115–128. https://doi.org/10.15575/jpib.v3i2.8950
Fitriani, W., & Hastuti, D. (2021). Dampak Hukuman Fisik terhadap Perkembangan Moral dan Perilaku Prososial Anak. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 14(1), 1–12.
Hidayat, R., & Mulyani, S. (2023). Sinergi Sekolah dan Keluarga dalam Mencegah Anak Putus Sekolah Melalui Program Parenting. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 77–88.
Khasanah, U., & Hastuti, D. (2022). Pengaruh Pola Asuh Positif terhadap Resiliensi Anak di Era Digital. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3120–3130.
Lamb, M. E. (1985). The Role Of The Father In Child Development. Hoboken: John Wiley & Sons.
Lestari, R., & Wardhani, D. T. (2021). Peran keterlibatan ayah (father involvement) dan regulasi emosi ibu dalam pengasuhan positif anak. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 115–125.
Lestari, S., & Mariyati, L. I. (2023). Peran Kelekatan Aman (Secure Attachment) Ibu dan Anak dalam Menurunkan Perilaku Agresif. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(2), 112–124.
Muawanah, E., & Syafiq, M. (2022). Transmisi Antargenerasi Pola Asuh Otoriter pada Keluarga Pedesaan. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 12(1), 34–45.
Pratama, R. A., & Lestari, S. (2023). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan dampaknya terhadap perkembangan kognitif dan emosional anak di area pedesaan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 11(1), 45–56. https://doi.org/10.23887/paud.v11i1.58210
Pratiwi, A., & Setiawan, A. (2024). Keberlanjutan Program Pemberdayaan Berbasis Aset Lokal pada Komunitas Pedesaan. Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan, 9(1), 34–45.
Pratiwi, W., & Setiawan, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi pengasuhan positif untuk meningkatkan kapasitas keluarga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 27(1), 58–66.
Rahmawati, I., & Nurhayati, E. (2022). Edukasi pengasuhan positif untuk meningkatkan regulasi emosi dan menurunkan kecenderungan kekerasan pada orang tua. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 8(1), 32–41. https://doi.org/10.22146/jpkm.67890
Ramadhani, A., & Fauziah, N. (2024). Fenomena Fatherless dalam Budaya Patriarki Pedesaan dan Dampaknya pada Karakter Anak. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 19(1), 55–70.
Santoso, A., & Wibowo, T. (2021). Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Participatory Action Research (PAR) di Wilayah Rentan Sosial. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 5(2), 210–225.
Suharti, S., & Nurlaili, N. (2020). Tekanan ekonomi, tingkat stres orang tua, dan dampaknya terhadap praktik pengasuhan pada keluarga petani. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 9(2), 101–112.
Suryani, E., Hidayat, M., & Firmansyah, F. (2022). Penerapan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dalam program pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Prakarsa Pembangunan, 6(1), 89–102.
Suryani, L., & Widodo, P. (2023). Dinamika Stres Kerja dan Regulasi Emosi pada Pekerja Sektor Agrikultur. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 5(2), 112–125.
Susanti, E., & Irawan, D. (2024). Penggunaan Media Audio Visual dalam Psikoedukasi Pengasuhan Positif di Desa Binaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 89–98.
Teachers College Columbia University. (2001). Reports on physical punishment and child aggression. Teachers College Record, 3(1).
Tridhonanto, A. (2014). Mengembangkan pola asuh demokratis dalam keluarga. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 320–332.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Wibowo, A., & Santoso, B. (2023). Efektivitas Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dalam Pemberdayaan Keluarga Rentan. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 9(2), 145–155.
Wulandari, S., Handayani, T., & Purwanto, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat berbasis aset lokal dalam meningkatkan efikasi diri dan kesejahteraan keluarga. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 22(1), 78–90. https://doi.org/10.7454/jiks.v22i1.4321
Yulianto, A., & Utami, S. (2021). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan emosional anak pada keluarga pedesaan. Jurnal Ilmu Perilaku, 5(2), 77–88.
Zimmerman, M. A. (1995). Psychological empowerment: Issues and illustrations. American Journal of Community Psychology, 23(5), 581–599. https://doi.org/10.1007/BF02506983
Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of aysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Berlin: Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-4193-6_2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mamat Rahmat, Nurul Ashfiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














